Grup Riset Office and Business Administration dari Program Studi Manajemen Administrasi, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi Digital Keuangan UMKM Batik Masaran dalam Mendukung Pencapaian SDGs” (9/6/2025). Bertempat di Desa Pilang, Masaran, Sragen, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara UNS dengan komunitas UKM Wanita Berkarya.
Ida Setya Dwi Jayanti, S.E., M.M., selaku ketua pelaksana kegiatan, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM untuk memahami pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan secara digital, seiring dengan tuntutan era transformasi digital dan agenda pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan dasar tentang manajemen keuangan UMKM yang menekankan pentingnya pencatatan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Narasumber, Fahmi Ulin Ni’mah, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa dengan mencatat keuangan, pelaku usaha bisa mengetahui asal pemasukan dan ke mana pengeluaran digunakan. Hal ini penting agar kita bisa memisahkan keuangan pribadi dan usaha.
Komunitas UKM Wanita Berkarya kemudian diperkenalkan dengan aplikasi SIAPIK, sebuah sistem pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Aplikasi SIAPIK merupakan solusi dari permasalahan kurangnya kemampuan pelaku UMKM di Indonesia dalam membuat laporan keuangan atas usahanya. SIAPIK membantu pelaku UMKM mencatat transaksi harian secara digital dan menyusun laporan keuangan dengan mudah dan akurat. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan beberapa langsung mencoba aplikasi SIAPIK dengan bimbingan narasumber.

“Biasanya saya mencatat manual di buku, kadang ada yang dicatat, bahkan ada yang lupa tercatat. Sekarang saya jadi tahu ada aplikasi pencatat keuangan yang mudah dipakai untuk kami para pelaku usaha,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian kepada masyarakat berharap pelaku UMKM Batik Masaran dapat menerapkan sistem pencatatan keuangan yang tertata dan modern. Tak hanya meningkatkan kualitas usaha, pencatatan keuangan yang baik juga menjadi langkah awal dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam membuka peluang ekonomi yang lebih merata dan mendorong peran aktif perempuan dalam dunia usaha.




