Sivitas Manajemen Administrasi UNS Bawa Riset Generative AI ke Forum Internasional IES 2026

Yogyakarta, 3 Agustus 2026 — Sivitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui keterlibatan dalam International Electronics Symposium (IES) 2026. Salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Mutiara Auliya Khadija, S.Kom., M.Eng., sebagai speaker dalam kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta.

Keterlibatan Mutiara Auliya Khadija dalam International Electronics Symposium (IES) 2026 merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan penelitian skema Penelitian Fundamental C (PFC-UNS) dana Non-APBN Tahun 2026. Penelitian yang dilaksanakan bersama Drs. Wahyu Nurharjadmo, M.Si. tersebut mengangkat topik “Indonesian Question Answering System untuk Manajemen Dokumen Perencanaan Berbasis Generative Artificial Intelligence”. Melalui forum IES 2026, hasil dan gagasan penelitian tersebut turut dibawa ke ruang akademik internasional.

Penelitian yang dikembangkan mengangkat judul “Indonesian Question Answering System untuk Manajemen Dokumen Perencanaan Berbasis Generative Artificial Intelligence.” Penelitian tersebut memanfaatkan pendekatan Generative Artificial Intelligence dalam pengembangan sistem question answering berbahasa Indonesia yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan dokumen perencanaan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mutiara Auliya Khadija berperan sebagai speaker pada International Electronics Symposium 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil dan gagasan penelitian sekaligus mempertemukan akademisi serta peneliti dalam forum ilmiah internasional. Penugasan sebagai speaker tersebut dilaksanakan pada 1–3 Agustus 2026 di Yogyakarta.

Kehadiran sivitas akademika dalam forum internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi UNS dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui penelitian berbasis Generative Artificial Intelligence, pengembangan teknologi diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan informasi dan dokumen secara lebih terstruktur.

Bagi Program Studi Manajemen Administrasi, keterlibatan dalam kegiatan penelitian dan forum ilmiah seperti IES 2026 turut mencerminkan pentingnya penguasaan teknologi dalam mendukung pengelolaan administrasi modern. Perkembangan kecerdasan buatan membuka ruang bagi pengembangan berbagai inovasi dalam pengelolaan dokumen, informasi, dan proses administrasi yang semakin terdigitalisasi.

Melalui partisipasi dalam IES 2026, kiprah sivitas akademika UNS diharapkan terus berkembang tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran, tetapi juga melalui penelitian dan diseminasi hasil penelitian pada forum ilmiah. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari langkah untuk memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan lingkungan kerja.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru