Arpusda Jateng Gandeng Sekolah Vokasi UNS Perkuat SDM Kompeten Bidang Kearsipan dan Administrasi

SURAKARTA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Provinsi Jawa Tengah menginisiasi penguatan kerja sama strategis dengan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (SV UNS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan, administrasi perkantoran, dan pengelolaan informasi berbasis digital.

Inisiasi kerja sama tersebut diawali melalui audiensi dan penjajakan program kolaboratif menyusul berakhirnya periode kerja sama sebelumnya pada Agustus 2026. Pertemuan menjadi momentum bagi kedua institusi untuk mengevaluasi capaian kemitraan sekaligus merumuskan bentuk kolaborasi yang lebih aplikatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, Arpusda Provinsi Jawa Tengah diwakili oleh M. Bakhrun Efendi, S.S., M.Hum., sedangkan koordinasi dari Sekolah Vokasi UNS dilakukan oleh Chairul Huda Atma Dirgatama, M.Pd., QPOA., CAP., selaku Ketua Program Studi D-3 Manajemen Administrasi sekaligus koordinator kegiatan.

Pembahasan difokuskan pada pemetaan kebutuhan kompetensi SDM, penguatan keterhubungan antara kurikulum pendidikan vokasi dengan praktik kerja di instansi pemerintah, serta penyusunan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bertajuk “Sinergitas Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Tugas Pokok, Fungsi Administrasi Perkantoran, Kearsipan, dan Program Kampus Berdampak.”

Kolaborasi tersebut dirancang tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diarahkan pada berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Salah satunya melalui pengembangan program magang dan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan Arpusda Jawa Tengah.

Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan mempelajari secara langsung pengelolaan arsip dinamis dan statis, digitalisasi arsip, tata kelola dokumen, pelayanan informasi publik, hingga implementasi administrasi perkantoran modern. Pendekatan ini diharapkan memperkuat keterampilan teknis sekaligus kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata di tempat kerja.

Sinergi juga direncanakan mencakup keterlibatan arsiparis, tenaga profesional, dan praktisi Arpusda Jawa Tengah dalam proses pembelajaran di Sekolah Vokasi UNS. Kehadiran praktisi akan memperkaya pembelajaran berbasis pengalaman sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan prosedur secara akademik, tetapi juga mengetahui standar, tantangan, serta dinamika implementasinya di lapangan.

Pada bidang penelitian, kedua institusi membuka peluang pengembangan riset terapan berbasis permasalahan nyata, khususnya terkait transformasi digital kearsipan, efektivitas pengelolaan dokumen publik, tata kelola administrasi, serta inovasi layanan informasi.

Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi, model kerja, maupun solusi yang dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah dan masyarakat.

Kolaborasi juga akan diperluas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi program Kampus Berdampak. Beberapa bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pendampingan pengelolaan arsip instansi dan pemerintahan desa, peningkatan kompetensi administrasi, literasi informasi masyarakat, digitalisasi dokumen, serta penyelenggaraan kegiatan edukasi dan pameran kearsipan.

Chairul Huda Atma Dirgatama menyampaikan bahwa penguatan kerja sama dengan Arpusda Jawa Tengah menjadi penting karena pendidikan vokasi membutuhkan keterhubungan yang kuat antara proses pembelajaran di kampus dan kebutuhan nyata dunia kerja.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat, mempraktikkan, dan mengevaluasi langsung proses administrasi serta pengelolaan kearsipan dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, kolaborasi dengan Arpusda Jawa Tengah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui konsep resource sharing, yakni pemanfaatan bersama sumber daya, keahlian praktisi, fasilitas, pengalaman kelembagaan, serta kapasitas akademik perguruan tinggi.

Melalui penguatan kemitraan ini, Arpusda Provinsi Jawa Tengah dan Sekolah Vokasi UNS diharapkan dapat membangun model kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan berkontribusi dalam menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif terhadap transformasi digital, serta memiliki kemampuan praktis untuk menjawab kebutuhan tata kelola administrasi, kearsipan, dan informasi pada sektor pemerintahan maupun dunia kerja.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru