Dosen Manajemen Administrasi UNS Berkontribusi dalam Penguatan Smart City Kota Surakarta

Surakarta, 28 September 2026 — Program Studi D3 Manajemen Administrasi Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) turut mengambil bagian dalam pengembangan Smart City Kota Surakarta melalui keterlibatan dosennya, Mutiara Auliya Khadija, S.Kom., M.Eng., sebagai anggota Dewan Smart City Kota Surakarta Tahun 2026–2030. Keanggotaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 500.8/209 Tahun 2026 tentang Dewan Smart City Kota Surakarta Tahun 2026–2030.

Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas tersebut, Mutiara Auliya Khadija menghadiri Rapat Koordinasi Forum Dewan Smart City Kota Surakarta yang diselenggarakan pada Senin, 28 September 2026, bertempat di Bale Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Surakarta. Forum ini menjadi ruang koordinasi dalam menyelaraskan arah pembangunan Smart City sekaligus mendukung berbagai prioritas Pemerintah Kota Surakarta.

Forum tersebut dibuka oleh Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn., dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, S.E., M.Si. Sementara itu, jalannya forum dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta, Lusia Sari Murniati, S.Kom., M.Eng. Kehadiran unsur pimpinan Pemerintah Kota Surakarta bersama anggota Dewan Smart City memperkuat koordinasi dalam merumuskan arah pengembangan kota cerdas yang terintegrasi.

Pengembangan Smart City Kota Surakarta tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mencakup pengelolaan kota secara efektif dan efisien melalui solusi yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung penyediaan infrastruktur serta layanan perkotaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam implementasinya, pembangunan Smart City Surakarta mencakup enam dimensi utama, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Keenam dimensi tersebut menjadi kerangka dalam pengembangan kota cerdas yang tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga mencakup tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, partisipasi sosial, pengelolaan lingkungan, serta penguatan identitas dan daya saing kota.

Dalam forum tersebut, keenam dimensi Smart City juga ditempatkan dalam kerangka orkestrasi ekosistem inovasi Smart City Surakarta 2026. Penyelarasan program dilakukan dengan memperhatikan integrasi Pemerintah Digital (PEMDI) serta tata kelola berbasis Pentahelix, yang melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Kolaborasi antarelemen tersebut diarahkan untuk membangun co-creation atau penciptaan solusi bersama bagi pembangunan kota.

Dalam ekosistem tersebut, unsur akademisi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah. Perguruan tinggi dapat memberikan perspektif ilmiah, kajian, evaluasi, serta mendukung pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Hal ini juga sejalan dengan tugas anggota Dewan Smart City yang mencakup pelaksanaan kajian dan penelitian, pengawasan dan evaluasi, pemberian pertimbangan strategis terkait teknologi informasi, serta pemberian masukan kepada Tim Pelaksana Smart City Kota Surakarta.

Keterlibatan Mutiara Auliya Khadija dalam Forum Dewan Smart City menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi D3 Manajemen Administrasi UNS dalam menghubungkan lingkungan akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah. Perspektif administrasi, tata kelola, teknologi, serta pengelolaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin terintegrasi.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, pengembangan Smart City Kota Surakarta diharapkan dapat terus diarahkan pada inovasi yang terintegrasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keterlibatan sivitas akademika UNS dalam forum ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru